
polresbengkayang.com – Bhabinkamtibmas Polsek Ledo untuk Desa Lesabela Bripka Harun Melakukan Sambang Warga dan Sosialisasikan Himbauan Larangan Karhutla, Rabu (22/04/2020).
Untuk menjaga tali silahturahmi dan guna menciptakan keakraban dengan warga, kegiatan sambang merupakan suatu hal yang sudah tidak asing lagi dilakukan oleh seorang petugas Bhabinkamtibmas. Demikianlah yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Ledo untuk Desa Lesabela Bripka Harun.
Menurut Bripka Harun dengan kegiatan sambang akan terjadi tatap muka dan dialogis secara langsung antara Bhabinkamtibmas dengan warga. Tatap muka dan dialogis secara langsung tentunya menciptakan komunikasi dan mempermudah terjalinnya koordinasi mengenai berbagai persoalan yang sedang beredar di masyarakat, ucapnya.
Melakukan sambang kali ini, Bripka Harun terlihat sedang melakukan sosialisasi himbauan larangan karhutla. Sosialisasi himbauan larangan karhutla kepada warga dilakukan dengan harapan agar warga benar-benar menyadari dampak akibat serta memahami sanksi hukum atas perbuatan karhutla sehingga warga dapat ikut berpartisipasi dan berkontribusi serta menjadi mitra polri dalam rangka mencegah karhutla.
Saat ditemui Bripka Harun mengatakan bahwa perlu partisipasi dan kerjasama semua pihak untuk mencegah karhutla. Dalam hal ini, melibatkan warga secara langsung dinilai perlu dengan harapan agar kejadian karhutla dapat terhindarkan serta tidak terjadi benturan antara warga dengan hukum dalam hal kasus karhutla.
Hal itu dikarenakan membuka lahan dengan cara membakar merupakan salah satu kearifan lokal warga yang sudah menjadi tradisi turun temurun. Bripka Harun menambahkan jika warga sudah memahami akan bahaya yang dapat timbul akibat karhutla maka tidak menutup kemungkinan atas kesadaran warga dengan sendirinya tidak akan terjadi lagi karhutla dan itulah yang kita inginkan, harapnya.
Di tempat terpisah Kapolsek Ledo Iptu Asep Maulana mengatakan sosialisasi larangan karhutla diharapkan dapat menyadarkan masyarakat akan dampak dan bahaya karhutla sehingga kedepan membuka lahan tidak lagi dengan cara membakar. Iptu Asep Maulana menambahkan terlebih kini sudah mulai memasuki musim kemarau tentunya dampak dari segala bentuk kegiatan pembakaran lahan berpotensi berbahaya dan menimbulkan kerugian kita semua. Oleh karena itu tindakan preventif dan preemtif dengan cara sosialisasi akan terus kita lakukan secara masive dan berkelanjutan, tutupnya.
