Polres Bengkayang – Bhabinkamtibmas Polsek Ledo untuk Desa Serangkar Bripka Dwi Suharto Melakukan Sambang dan Sosialisasikan Larangan Karhutla Kepada Masyarakat, (Jumat, 04/09/2020).

Menjaga keakraban dengan masyarakat, Polsek Ledo melalui Bhabinkamtibmas Desa Serangkat Bripka Dwi.S secara rutin melakukan sambang kepada warga. Dalam kegiatan sambang kali ini terlihat Bripka Dwi.S melakukan sosialisasi larangan karhutla kepada warga yang dijumpainya. Selain sosialisasi secara lisan, Bripka Dwi.S juga terlihat berfoto bersama warga menggunakan banner yang berisikan himbauan larangan karhutla.

Bripka Dwi.S menyebut sosialisasi larangan karhutla kepada warga dilakukan dengan harapan agar warga dapat memahami akan dampak dan akibat karhutla yang mana dapat menimbulkan kerugian bagi semua pihak sehingga kedepan warga dapat berpartisipasi dan berkontribusi serta menjadi mitra polri dalam rangka mencegah karhutla.

Lebih lanjut Bripka Dwi.S menuturkan bahwa perlu partisipasi dan kerjasama semua pihak untuk mencegah terjadinya karhutla. Menurutnya keterlibatan warga secara langsung dinilai perlu dengan harapan agar kejadian karhutla dapat dihindari. Hal ini dikarenakan membuka lahan dengan cara membakar merupakan salah satu kearifan lokal warga yang sudah menjadi tradisi turun temurun. “Jika warga sudah mengerti dan menyadari akan bahaya yang dapat timbul akibat karhutla maka tidak menutup kemungkinan dengan kesadaran warga dengan sendirinya tidak akan terjadi lagi karhutla”‘ucap Bripka Dwi.S.

Di tempat terpisah Bapak Kapolsek Ledo Iptu Asep Maulana membenarkan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi larangan karhutla kepada masyarakat. Iptu Asep Maulana menjelaskan, bukan hanya petugas Bhabinkamtibmas yang digerakkan untuk melakukan sosialisasi larangan karhutla, tetapi seluruh anggota Polsek Ledo sudah diperintahkan dan diarahkan untuk terus melakukan sosialisasi larangan karhutla kepada masyarakat.

Iptu Asep Maulana menjelaskan dengan sosialisasi semacam ini diharapkan dapat menimbulkan kesadaran masyarakat akan dampak dan bahaya karhutla sehingga membuka lahan tidak lagi dengan cara membakar. “Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa saat ini sudah memasuki musim warga membuka lahan / ladang baru dan biasanya pembukaan lahan baru tersebut secara turun temurun dilakukan oleh warga dengan cara membakar. Oleh karena itu kita selalu berupaya mencegah hal tersebut dengan tidak bosan-bosannya melakukan sosialisasi ini kepada masyarakat”, tutupnya.