polresbengkayang.com – Polsek Samalantan. Karhutla merupakan ancaman serius sebab asap dari kebakaran dapat mengganggu kesehatan. Ini merupakan tangung jawab bersama dan harus dihentikan.

Berbagai upaya penanggulangan pun dilakukan, seperti yang dilakukan oleh tim Patroli terpadu cegah karhutla pada Senin (12/8/2019).

Tim tersebut terdiri dari gabungan petugas dari Kepolisian Sektor Samalantan, Koramil 1202 Samalantan dan Manggala Agni Daops Singkawang.

Patroli ini mengecek titik panas atau hot spot yang terpantau oleh Satelite AQUA / MODIS pada Minggu (11/8) yang berada di Desa Babane Kecamatan Samalantan.

Sebelum bertugas, Tim melakukan apel bersama dihalaman Koramil Samalantan yang dipimpin Kapolsek IPDA Harto Simanjuntak dan Danramil LETDA Agustinus guna menentukan langkah yang akan diambil saat berpatroli.

Dalam Briefingnya, Kapolsek IPDA Harto Simanjuntak mengatakan, agar dilakukan sosialisasi ke warga terkait kewajiban, larangan dan sanksi pembakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Berikan imbauan ke masyarakat untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar”, katanya.

Sesuai koordinat, tim tidak menemukan adanya asap ataupun bekas kebakaran, hal itu merupakan bias pantulan sinar matahari, yang terlihat hanya hamparan tanaman jagung dan kacang.

Hasil lainnya, tim menemukan bekas lahan yang terbakar kurang lebih 0,3 hektar, antisipasi kebakaran meluas, tim melakukan pengecekan kembali memastikan tidak ada api yang tersisa.

Agar Karhutla tidak terulang kembali diwilayah itu, tim patroli menyampaikan imbauan kewarga agar berhati-hati dan tidak melakukan pembakaran lahan/kebun pada musim kemarau saat ini.

Penulis : Suciono