Polres Bengkayang – Selasa 02 Juni 2020, bagi Negara Tropis yang hanya mengalami dua musim yakni musim hujan dan kemarau merupakan tantangan tersendiri bagi negara didaratan asia, salah satunya Indonesia dimana setiap musim hujan tiba negara akan berhadapan dengan bencana alam seperti banjir longsor dan banyak lagi, sedangkan apabila musim kemarau tiba tantangan yang dihadapi salah satunya adalah asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan

musim kemarau banyak dimanfatkan masyarakat khusus nya yang berprofesi sebagai petani untuk membuka areal pertanian dan perkebunan, adapun kebiasan yang dilakukan petani dalam membuka lahan pertanian dan perkebunan di Indonesia adalah dengan cara membakar dengan beralasan untuk memperkecil biaya operasional dan merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang, menanggapi kebiasan tersebut polsek sungai betung melalui Bhabinkamtibmasnya melakukan serangkaian upaya antisipasi salah satunya terus lakukan sosialisasi terkait larangan membuka lahan dengan cara dibakar yang bisa berdampak terbakarnya hutan dan lahan dan mengakibatkan timbulnya kabut asap.

Untuk upaya antisipasi tersebut Kapolsek Sungai Betung mengarahkan Bhabinkamtibmas untuk melakukan serangkaian kegiatan antisipasi salah satunya melakukan kegiatan sosialisasi dengan banner sebagai alat peraga.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Suka Maju Bripka Mulyadi, dalam melakukan sosialisasi selalu mengajak warganya untuk berdiskusi utk mencari alternatif lain dalam membuka lahan tanpa harus membakar, dalam moment diskusi biasanya masyarakat sering kali menyampaikan harapan adanya perhatian dari pemerintah dalam memberikan edukasi tentang metode lain cara membuka dan mengolah lahan tanpa harus membakar sehingga dapat memperkecil biaya operasional,tukas Bripka Mulyadi.

Selain berdiskusi dengan warga terkait larangan membuka lahan dengan cara dibakar Bripka Mulyadi juga menyampaikan pesan agar masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19, agar terus mematuhi protokol kesehatan dan anjuran pemerintah lainnya.