
polresbengkayang.com – Polsek Lumar. Kapolsek Lumar IPDA SUNARLI,S.Sos bersama unsur muspika kecamatan lumar hadiri rapat koordinasi sensus penduduk 2020 kecamatan Lumar dalam rangka pendataan Kependudukan online bertempat di aula kantor camat lumar, Kecamatan Lumar Kab. Bengkayang, Jum’at (21/2/2020).
Dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh Kepala Kantor Badan Pusat Statistik yang diwakili oleh Setiana Wulandari, Camat lumar Ambeng,S.IP, M,Si, Kapolsek Lumar IPDA SUNARLI,S.Sos, Kades sekecamatan Lumar, Sekdes desa lamolda stenly.
Rapat koorniasi Sensus Penduduk Tahun 2020 dilaksanakan bertujuan untuk menyiapkan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karateristik penduduk indonesia menuju satu data kependudukan Indonesia khususnya di Kec. Lumar
Selain itu rakor tersebut membahas tentang keaktifan dan kemanan serta poin-poin penting dalam mengupdate sensus penduduk secara online yaitu sensus penduduk dijamin keamanan, sensus penduduk ke-7 di 54 negara, menyediakan data, jumlah, komposisi, distribusi, kareteristik penduduk, tujuan sensus penduduk.
Manfaat hasil data penduduk, tahapan pelaksanaan SP.2020 mulai 15 februari 2020 s/d 31 maret 2020, wawancara mulai tgl 1 s/d 31 juli 2020, Surat edaran kepala desa/lurah untuk ketua/pengurus sls nomor:100/0484/pem 1 tentang dukungan kegiatan sensus penduduk 2020, sosialisasi SP.2020 didesa/kelurahan, peran kades/luran pada sosialisasi SP.2020,vperan ketua/pengurus Sls disensus penduduk 2020.
Kapolsek Lumar polres bengkayang berharap agar warga kecamatan lumar ikut berperan aktif mensukseskan sensus penduduk ini serta para kades agar mensosialisasikan kewarganya sehingga data sensus tsb cepat dan akurat selaian itu agar seluruh masyarakat yang berdomisili di kecamatan lumar dapat memiliki kartu tanda penduduk,dan apbila masih ada yang belum memiliki Kartu tanda Penduduk agar segera mengurus sesegera mungkin dengan mendatangi kantor desa setempat.
Kapolsek lumar juga menghimbau agar dari pihak sensus penduduk /Bps agar selalu berkoordinasi kepihak berwajib apabila melaksanakan sensun penduduk dengan cara sambang/dds kerumah warga untuk menghindari persepsi negatif dari masyarakat dan khusus bagi para kades berhati-hati dalam pengisian secara online kenali situs keaslian dan jangan mengirim data kedua orang tua sebab sensus penduduk secara online tidak perna meminta data kedua orang.tegas sunarli
